You are on page 1of 32

ASPEK MEDIKOLEGAL

DALAM MENGHADAPI
KASUS MALPRAKTEK
PEMBIMBING :

dr. H. Edy Suyanto, SpF,SH,MH.Kes

KELOMPOK UNPATTI II
RSUD. dr. Soetomo Surabaya
Departemen Kedokteran Forensik & Medikolegal
NAMA-NAMA ANGGOTA
KELOMPOK
• Venska Lapalelo
• Esti Yunita Safitri Masbait
• Heindy Jacob Khoe
• Esty Rosalin Tupamahu
• Maria Fitria Fautngil
• Yosua Thirzano Unmehopa

RSUD. dr. Soetomo Surabaya
Departemen Kedokteran Forensik & Medikolegal
Aspek Medikolegal dalam menghadapi kasus malpraktek. Unpatti II
BAB I
PENDAHULUAN
Latar belakang
KESEHATAN

Komunikasi dokter-
pasien (-)

Kemajuan teknologi Tuntutan hukum
terhadap dokter
meningkat 182 kasus Malpraktek
(2006-2012)
Penilaian terhadap
pelayanan
kesehatan
Malpraktek

RSUD. dr. Soetomo Surabaya
Departemen Kedokteran Forensik & Medikolegal
Aspek Medikolegal dalam menghadapi kasus malpraktek. Unpatti II
TUJUAN UMUM
Untuk mengetahui penerapan medikolegal dalam
menghadapi malpraktek.

TUJUAN KHUSUS
a. Untuk mengetahui definisi dan jenis-jenis malpraktek
b. Untuk mengetahui usaha-usaha untuk menghindari malpraktek
c. Untuk mengetahui sanksi malpraktek
d. Untuk mengetahui Undang-undang praktek dokter
e. Untuk mengetahui sanksi pelanggaran kode etik kedokteran

RSUD. dr. Soetomo Surabaya
Departemen Kedokteran Forensik & Medikolegal
Aspek Medikolegal dalam menghadapi kasus malpraktek. Unpatti II
MANFAAT
Bagi Dokter muda
• Sebagai bahan referensi bagi dokter muda agar mengetahui
dan menjalankan tugas dengan bertanggung jawab.
• Untuk menerapkan ilmu yang sudah didapat dan untuk
menambah ilmu dan pengalaman.
Bagi Rumah Sakit
• Dapat digunakan sebagai bahan evaluasi bagi pelayanan
kesehatan pasien, sehingga meningkatkan mutu dan kualitas
pelayanan.

RSUD. dr. Soetomo Surabaya
Departemen Kedokteran Forensik & Medikolegal
Aspek Medikolegal dalam menghadapi kasus malpraktek. Unpatti II
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

RSUD. dr. Soetomo Surabaya
Aspek Medikolegal dalam menghadapi kasus malpraktek. Unpatti II Departemen Kedokteran Forensik & Medikolegal
Definisi Malpraktek
Malpraktek adalah praktik kedokteran yang salah atau
tidak sesuai dengan standar profesi atau standar
operasional. Seorang dokter yang salah dalam
melakukan praktek kedokteran dapat bertanggung
jawab secara pidana, perdata, maupun administratif.

RSUD. dr. Soetomo Surabaya
Departemen Kedokteran Forensik & Medikolegal
Aspek Medikolegal dalam menghadapi kasus malpraktek. Unpatti II
Jenis-jenis malpraktek

1. Ethical Malpraktek 2. Legal malpraktek

Administrative
Civil Malpraktek Criminal Malpraktek
Malpraktek

6. Hoediyanto, Hariadi A. Buku Ajar Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal. Edisi 8.
Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga: Surabaya; 2012.Hal.392-96-98. RSUD. dr. Soetomo Surabaya
Departemen Kedokteran Forensik & Medikolegal
Aspek Medikolegal dalam menghadapi kasus malpraktek. Unpatti II
Usaha untuk menghindari
malpratek
Salah satu hal penting yang harus diperhatikan dokter dan tidak
boleh dilupakan dokter adalah memperoleh persetujuan pasien
terlebih dahulu sebelum melakukan tindakan medik, yang dikenal
dengan istialah informed consent.
Upaya meminimalkan tuntutan hukum terhadap rumah sakit
beserta stafnya.

7.Putri Indah Caturi. Pertanggung jawaban Pidana Dokter Yang Melakukan Malpraktik Medik
Dihubungkan Dengan Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan Undang-Undang Nomor RSUD. dr. Soetomo Surabaya
29 Tahun 2004tentang Praktik Kedokteran.[Skripsi] 2014. Departemen Kedokteran Forensik & Medikolegal
Aspek Medikolegal dalam menghadapi kasus malpraktek. Unpatti II
Sanksi Malpraktek
KUHP Pasal 359
KUHP Pasal 360
KUHP Pasal 361

UU RI No. 36 UU RI No. 44
Tahun 2009 SANKSI
PIDANA Tahun 2009
(pasal 193, pasal (pasal 62, pasal 63,
194) pasal 79)

UU RI No. 29 Tahun
2004
(pasal 75 ayat 1), (pasal
76, pasal 79)

RSUD. dr. Soetomo Surabaya
Departemen Kedokteran Forensik & Medikolegal
Aspek Medikolegal dalam menghadapi kasus malpraktek. Unpatti II
Sanksi malpraktek

SANKSI KUH Perdata Pasal 1366
PERDATA KUH Perdata Pasal 1367
KUH Perdata Pasal 1370
KUH Perdata Pasal 1371

UU RI No. 36 Tahun
2009
(pasal 58)

RSUD. dr. Soetomo Surabaya
Departemen Kedokteran Forensik & Medikolegal
Aspek Medikolegal dalam menghadapi kasus malpraktek. Unpatti II
Sanksi malpraktek

PERMENKES RI No. 2052/MENKES/PER/X/2011
(Pasal 30, pasal 31, pasal 32, pasal 33, pasal 34)

HUKUM
UU RI No. 36
ADMINISTRATIF
Tahun 2009
(Pasal 188)

UU RI No. 29 Tahun
2004
(pasal 66, pasal 67,
pasal 69,

RSUD. dr. Soetomo Surabaya
Departemen Kedokteran Forensik & Medikolegal
Aspek Medikolegal dalam menghadapi kasus malpraktek. Unpatti II
Undang-undang praktek dokter
UU RI No. 36
Tahun 2009

Pasal 57 Pasal 23

Pasal 56 Pasal 29

Pasal 51 Pasal 34

RSUD. dr. Soetomo Surabaya
Departemen Kedokteran Forensik & Medikolegal
Aspek Medikolegal dalam menghadapi kasus malpraktek. Unpatti II
Undang-undang praktek dokter
Menurut UU RI No
44 Tahun 2009,
tentang Rumah
Sakit.

Pasal 46 Pasal 7

Pasal 17 Pasal 13

Pasal 29

RSUD. dr. Soetomo Surabaya
Departemen Kedokteran Forensik & Medikolegal
Aspek Medikolegal dalam menghadapi kasus malpraktek. Unpatti II
Undang-undang praktek dokter
UU RI No. 29 Tahun 2004
pasal 1
Pasal 2
Pasal 29
Pasal 36
Pasal 41
Pasal 45
Pasal 46
Pasal 48
Pasal 50
Pasal 51
Pasal 52
Pasal 53

RSUD. dr. Soetomo Surabaya
Departemen Kedokteran Forensik & Medikolegal
Aspek Medikolegal dalam menghadapi kasus malpraktek. Unpatti II
Sanksi Pelanggaran Kode Etik
Kedokteran
1. PRINSIP SANKSI
2. TUJUAN PEMBERIAN SANKSI
3. KETENTUAN PEMBERIAN SANKSI
4. Mekanisme Pemberian Sanksi Sesuai Pedoman
Organisasi Dan Tata Laksana Kerja (ORTALA)
MKEK

RSUD. dr. Soetomo Surabaya
Departemen Kedokteran Forensik & Medikolegal
Aspek Medikolegal dalam menghadapi kasus malpraktek. Unpatti II
BAB III
PEMBAHASAN
CONTOH KASUS
Malpraktik pengangkatan indung telur pasien terjadi
di Rumah Sakit Grha Kedoya Jakarta.

RSUD. dr. Soetomo Surabaya
Departemen Kedokteran Forensik & Medikolegal
Aspek Medikolegal dalam menghadapi kasus malpraktek. Unpatti II
CONTOH KASUS
• Diberitakan Warta Kota, pada Senin (10/4/2015), pasien bernama Selvy
mengaku merasa nyeri usai melakukan olah raga Muaythai. Korban pun
memutuskan untuk mendatangi RS Grha Kedoya untuk memeriksakan
kondisinya. Setelah check in dan bertemu dokter internist pada Selasa,
(21/4/2015) dini hari, Selvy disarankan untuk melakukan USG guna
mengetahui penyebab sakit yang dirasakan pasien. Hasil USG
menunjukkan jika pasien terindikasi kista. Selvy pun
direkomendasikan untuk bertemu dokter kandungan berinisial HS.
Selasa Pagi, dokter HS melakukan operasi kista terhadap korban.
• Selang empat hari pasca operasi, HS memberi tahu pasien jika dua indung
telur Selvy telah diangkat. Saat itu, Selvy sudah hendak check out dari
rumah sakit.

RSUD. dr. Soetomo Surabaya
Departemen Kedokteran Forensik & Medikolegal
Aspek Medikolegal dalam menghadapi kasus malpraktek. Unpatti II
CONTOH KASUS
• Selvy menuturkan jika saat itu dokter HS belum melakukan pemeriksaam
laboraturium terhadap Selvy. Selvy mengaku saat itu dokter mengaku dilema
ketika operasi dan memperkirakan sendiri jika indung telur Selvy terindikasi
kanker, sehingga memutuskan untuk mengangkat dua indung telur pasien
sekaligus. "Waktu kamu lagi dioperasi saya buka dan saya dilema. Jadi saya
ambil kedua indung telur kamu. Kamu nggak bisa punya anak lagi dan kamu
nggak bisa Muaythai lagi tapi kamu hanya bisa yoga karena muaythai itu
fisiknya keras dan kamu akan monopause," ujar Selvy menirukan perkataan
dokter HS dalam keterangan persnya di RS Grha Kedoya Jakarta Barat, Selasa
(10/7/2018). Selain dua indung telur yang diangkat pada operasi kista yang
dijalaninya, Selvy juga mengaku dokter mengatakan ia telah melakukan
tindakan medis lainnya. Seperti mengambil usus buntu tanpa persetujuan
dirinya. "Katanya usus buntu (saya) juga enggak ada gunanya," kata Selvy.
• Oknum dokter yang diduga pelaku malapraktik berinisial HS, kabarnya sudah
dipecat. Sedangkan korbannya wanita inisial S," ujar sumber yang namanya
tidak bersedia diekspos kepada Warta Kota, Senin (2/7/2018).19

RSUD. dr. Soetomo Surabaya
Departemen Kedokteran Forensik & Medikolegal
Aspek Medikolegal dalam menghadapi kasus malpraktek. Unpatti II
Konflik yang timbul pada
Contoh Kasus

Tidak adanya komunikasi yang baik antara dokter dan pasien.

Dokter belum melakukan pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan
lain pada selvy sebelum melakukan operasi.

Dokter melakukan pengangkatan dua indung telur dan usus buntu tanpa
sepengatahuan selvy, dan baru diberitahukan sejak empat hari pasca
operasi, dan saat itu selvy hendak chek out dari rumah sakit.

RSUD. dr. Soetomo Surabaya
Departemen Kedokteran Forensik & Medikolegal
Aspek Medikolegal dalam menghadapi kasus malpraktek. Unpatti II
Penyelesaian Konflik
• Hubungan dokter- pasien
• Informed consent
• Penyelesaian Hukum Korban Malpraktik Pelayanan
Medis oleh Dokter

RSUD. dr. Soetomo Surabaya
Departemen Kedokteran Forensik & Medikolegal
Aspek Medikolegal dalam menghadapi kasus malpraktek. Unpatti II
Aspek Medikolegal
1. Berkaitan dengan kelalaian
2. Berkaitan dengan perlindungan pasien
3. Undang-undang No.29 Tahun 2004 Tentang Praktik Kedokteran Pasal
50 dan 51, Hak dan Kewajiban Dokter.
4. Undang-Undang No. 29 Tahun 2004 Tentang Praktik Kedokteran Pasal
52 dan 53, Hak dan Kewajiban Pasien.
5. Aspek medikolegal persetujuan tindakan kedokteran
Pasal 45 UU RI No. 29 Tahun 2004

RSUD. dr. Soetomo Surabaya
Departemen Kedokteran Forensik & Medikolegal
Aspek Medikolegal dalam menghadapi kasus malpraktek. Unpatti II
Solusi Terhadap Kasus
1. Hubungan Dokter dan Pasien dalam
berkomunikasi secara efektif.
2. Komunikasi feketif:
a. Respect
b. Humble
c. Empathy
d. Audible
e. Clarity
3. Informed consent
RSUD. dr. Soetomo Surabaya
Departemen Kedokteran Forensik & Medikolegal
Aspek Medikolegal dalam menghadapi kasus malpraktek. Unpatti II
BAB IV
PENUTUP
• Kesimpulan
• Malpraktek adalah praktik kedokteran yang salah atau tidak sesuai
dengan standar profesi atau standar operasional, jenis-jenis
malpraktik yaitu Ethical malpraktek, legal malpratek, legal malpraktek
terbagi menjadi administrative malpraktek, civil malpraktek, dan criminal
malpraktek.
• Salah satu upaya untuk mencegah malpraktek adalah memperoleh
persetujuan pasien terlebih dahulu sebelum melakukan tindakan
medik, yang dikenal dengan istilah informed consent.

RSUD. dr. Soetomo Surabaya
Departemen Kedokteran Forensik & Medikolegal
Aspek Medikolegal dalam menghadapi kasus malpraktek. Unpatti II
KESIMPULAN

• Sanksi yang dapat diberikan bagi dokter yangmelakukan malpraktek
yaitu sanksi pidana, sanksi perdata, dan sanksi administratif.
• Undang-undang praktek dokter dan dokter gigi diatur dalam UU RI
No. 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan, maupun UU RI No. 29 Tahun
2004 tentang Praktik Kedokteran.
• Pemberian sanksi secara umum dilakukan dengan tiga tahap: Tahap
pertama adalah merumuskan tujuan sanksi yang diberikan. Tahap
kedua adalah menentukan berat ringannya sanksi berdasarkan
beberapa pertimbangan. Tahap ketiga adalah pelaksanaan sanksi
yang konkrit dan terawasi.

RSUD. dr. Soetomo Surabaya
Departemen Kedokteran Forensik & Medikolegal
Aspek Medikolegal dalam menghadapi kasus malpraktek. Unpatti II
SARAN
Adapun saran yang dapat diberikan dari penulisan refarat ini
adalah:
1. Penerapan komunikasi yang efektif dan terapeutik dari
petugas kesehatan kepada masyarakat sangat diperlukan
agar tidak menimbulkan konflik yang tidak diinginkan.
2. Dokter hendaknya memperhatian setiap tindakan yang
akan dilakukan dengan informed consent terlebih dahulu.
3. Dari penulisan ini diharapkan adanya tindak lanjut dari
petugas kesehatan berupa informasi dan penjelasan tentang
tindakan yang akan dilakukan, serta memberikan
pelayanan kepada pasien yang membutuhkan.

RSUD. dr. Soetomo Surabaya
Departemen Kedokteran Forensik & Medikolegal
Aspek Medikolegal dalam menghadapi kasus malpraktek. Unpatti II
DAFTAR PUSTAKA
1. Notoatmojo, soekidjo. Etika dan Hukum Kesehatan. Jakarta: Rikena cipta;
2010.
2. Suharto G. Aspek Medikolegal Praktek Kedokteran. Semarang: ABH
Associates; 2008.
3. Hartono HS, dkk. Pemahaman Etik Medikolegal: Pedoman bagi profesi
dokter. Semarang:Universitas Diponegoro; 2008.
4. Hanafiah, M. Yusuf, Amri Amir. Etika kedokteran dan hukum kesehatan.
Kedokteran EGC: Jakarta;2006. hal.96.
5. Perkonsil No. 16 Tahun 2016 tentang tata cara penanganan kasus dugaan
pelanggaran disiplin dokter dan dokter gigi oleh majelis kehormatan
disiplin kedokteran indonesia. Konsil kedokteran Indonesia.

RSUD. dr. Soetomo Surabaya
Aspek Medikolegal dalam menghadapi kasus malpraktek. Unpatti II Departemen Kedokteran Forensik & Medikolegal
LANJUTAN....

6. Hoediyanto, Hariadi A. Buku Ajar Ilmu Kedokteran Forensik dan
Medikolegal. Edisi 8. Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga:
Surabaya; 2012.Hal.392-96-98.
7. Putri Indah Caturi. Pertanggung jawaban Pidana Dokter Yang
Melakukan Malpraktik Medik Dihubungkan Dengan Undang-undang
Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan Undang-Undang Nomor 29
Tahun 2004tentang Praktik Kedokteran.[Skripsi] 2014.
8. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 29 tahun 2004 tentang
praktik kedokteran. Jakarta: 2004. From URL ;
https://luk.staff.ugm.ac.id/atur/UU29-2004PraktikKedokteran.pdf

RSUD. dr. Soetomo Surabaya
Departemen Kedokteran Forensik & Medikolegal
Aspek Medikolegal dalam menghadapi kasus malpraktek. Unpatti II
LANJUTAN.....
• Undang- undang Republik Indonesia Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan. Jakarta:
2009. From URL ;
http://www.jdih.kemenkeu.go.id/fulltext/2009/36TAHUN2009UU.htm
• Undang-undangRepublik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 tentang rumah sakit.
Jakarta: 2009. From URL :
http://www.depkes.go.id/resources/download/peraturan/UU%20No.%2044%20Th%20
2009%20ttg%20Rumah%20Sakit.PDF
• Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2052/MENKES/PER/X/2011.
Jakarta: 2011. From URL :

http://jdih.pom.go.id/showpdf.php?u=9SWBcohftkvXKjgQLjyFW3zd9VRyaE8KpE0G
DalRcac%3D.
• Majelis Kehormatan Etik Kedokteran Indonesia. Kode Etik Kedokteran tahun 2012.
Jakarta; 2012.
• Purwadianto A, Meilia PDI. Tinjauan etis rangkap profesi dokter-pengacara. JEKI.
2017; 1(1): 1-6. doi: 10.26880/jeki.v1i1.2.

RSUD. dr. Soetomo Surabaya
Departemen Kedokteran Forensik & Medikolegal
Aspek Medikolegal dalam menghadapi kasus malpraktek. Unpatti II
LANJUTAN.....
• Prawiroharjo P, Meilia PDI. Dokter beriklan: sebuah tinjauan menurut Kode
Etik Kedokteran Indonesia (KODEKI) tahun 2012. JEKI. 2017; 1(1): 13-7. doi:
10.26880/jeki. v1i1.4.
• Bedau, Adam H, Kelly E. Punishment [internet]. 2015 [diakses 2018
September 15]. Diunduh dari: https://plato.stanford.edu/entries/
punishment/.
• American Speech-language Hearing Association’s Board of Ethics. How
ASHA’s Board of Ethics sanctions individuals found in violation of the code
of ethics [internet]. 2016 [diakses 2018 September 15]. Diunduh dari: https://
www.asha.org/practice/ethics/sanctions/.
• Olshak R. A guide for effective sanctioning: From theory to practice. Illinois:
Illinois State University. 2008.
• Purwadianto A, editor. Pedoman organisasi dan tata laksana kerja Majelis
Kehormatan Etik Kedokteran. Jakarta: Majelis Kehormatan Etika Kedokteran
Ikatan Dokter Indonesia; 2008.

RSUD. dr. Soetomo Surabaya
Departemen Kedokteran Forensik & Medikolegal
Aspek Medikolegal dalam menghadapi kasus malpraktek. Unpatti II
LANJUTAN
• Malpraktik pengangkatan indung telur pasien terjadi di Rumah Sakit Grha Kedoya Jakarta. [cited
september 23, 2018]. Available at : http://wow.tribunnews.com/2018/07/11/9-fakta-kasus-dugaan-
malpraktik-rs-grha-kedoya-kronologi-hingga-pernyataan-pihak-rumah-
sakit?page=all&_ga=2.235528385.1387046182.1537682071-657158838.1536989568
• Herkutanto, (2007). Aspek Medikolegal Pelayanan Gawat Darurat. Bagian Ilmu Kedokteran Forensik dan
Medikolegal Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. [PDF]
• Adi Prihanto. Formulasi Hukum Penanggulangan Malpraktek Kedokteran. Kanun Jurnal Ilmu Hukum
:15 (60).Universitas Diponegoro; 2013. Hal. 1-15. From URL :
http://www.jurnal.unsyiah.ac.id/kanun/article/viewFile/6171/5073
• Sarijowan F. Mekanisme penyelesaian hukum korban malpraktik pelayanan medis oleh dokter. Let et
societatis. 3(9). 2015. Hal 55-62
• Wahyuni T, Yanis A. Erly. Hubungan komunikasi Dokter-Pasien terhadap kepuasan pasien berobat di
Poliklinik RSUP DR. M. Djamil Padang. Jurnal Kesehatan Andalas.2(3); 2013. Hal:176.
• Fourianalistyawati E. Komunikasi yang relvan dan efektif antara dokter dan pasien. Jurnal Psikogenesis 1
(1): 2012. Hal. 82-87.
• Realita F. Widanti A, Wibowo D.B. Implementasi persetujuan tindakan medis (Informed Consent) pada
kegiatan bakti sosial kesehatan di rumah sakit islam sultan agung semarang. Jurnal hukum kesehatan.
2(1); 2016. Hal. 30-41.

RSUD. dr. Soetomo Surabaya
Departemen Kedokteran Forensik & Medikolegal
Aspek Medikolegal dalam menghadapi kasus malpraktek. Unpatti II
SEKIAN & TERIMA KASIH

RSUD. dr. Soetomo Surabaya
Departemen Kedokteran Forensik & Medikolegal